Instagram

Friday, February 19, 2016

Studi Genre, Bentuk dan Skema Kitab Ulangan




Tugas                                       : Studi Genre, Bentuk dan Skema Kitab Ulangan
Mata Kuliah                            : Eksegese Perjanjian Lama
Dosen pengampu                    : Dr. Harianto D.Th


Genre, Bentuk, dan Skema
Genre
Bentuk sastra (genre) dari Kitab Ulangan ini adalah kitab-kitab hukum karena kitab ini berisikan campuran antara hukum agama dan hukum sipil, juga beberapa kisah yang lebih tepat disebut ssastra cerita sejarah. Ulangan merupakan pangkal pokok dalam kehidupan Israel kuno. Isinya menyimpan tradisi yang kuno pada waktu pemunculannya. Beberapa tradisi hukum yang diturunkan oleh aliran Ulangan mempunyai asal usul pada zaman pra Israel dari Timur Tengah kuno. Klausule dokumen yang paling mungkin dalam Ulangan adalah perintah bahwa sesudah umat Israel sampai di negeri Perjanjian mereka harus mendirikan batu-batu besar dan menuliskan hukum Taurat padanya (27:2-3; bdg. Yos. 8:30-31). Pasal 31-32 adalah bagian saksi. Musa diperintahkan untuk menggubah sebuah nyanyian yang berfungsi sebagai saksi (31:19-22; bdg. 32:39-43, dimana nyanyian tersebut meliputi sumpah Tuhan); baik Kitab Taurat maupun langit dan bumu dipanggil sebagai saksi (31:26-28). Berkat-berkat dan kutuk terdapat di pasal 28. Kitab Ulangan sebagai sebuah dokumen resmi yang mengesahkan suatu hubungan formal antara Tuhan dan Israel, dengan Tuhan sebagai raja yang berkuasa dan Israel sebagai raja bawahan. Fakta raja bawahan di Timur Dekat kuno memberikan pada kita latar belakang sastra untuk memahami kitab Ulangan. Fakta raja bahawan di Timur Dekat kuno memberikan juga pada kita latar belakang sastra untuk memahami kitab Ulangan. Fakta yang baku meliputi (1) prakata yang memperkenalkan pembicara, biasanya raja yang berkuasa, pemrakarsa pakta itu; (2) Prolog sejarah yang menekankan kebajikan dan kekuasaan penguasa itu; (3) ketetapan-ketetapan yang memerincikan apa yang diharapkan dari raja bawahan itu; (4) pernyataan mengenai pengunjukan dokumen, tempat penyimpanan atau syarat-syarat untuk dibaca secara berkala; (5) daftar saksi-saksi, biasanya ilah-ilah; dan (6) kutukan atau berkat yang akan dinyatakan oleh ilah-ilah itu sesuai pelaksanaan ketetapan-ketetapan itu. [1] Inti kitab Ulangan dan Kitab-Kitab Sejarah Deuteronomis adalah hubungan kasih antara umat dengan Allah dan dengan sesamanya adalah Kasih Allah. Kasih Allah mendahului segalah tuntutan Allah kepada umat yang nyata dalam berbagai peraturan, ketetapan, dan hukum yang terdapat dalam kitab Ulangan. Allah mengikat perjanjian dengan Israel bukan karena kehebatan atau kebaikan Israel, melainkan semata-mata karena kasih Allah (Ul. 7:7-9). Deuteronomis juga sangat menekankan tauhidnya yang dapat kita baca dalam Ulangan 4:19 dan seterusnya; 6:4. Hukum yang pertama dalam dekalog Ulangan ialah larangan menyembah ilah lain (Ul. 5:6,7). Tauhid dan larangan menyembah ilah lain sangat penting pada zaman Ulangan. Dan juga kitab Ulangan mengenai hukum kewajiban yang harus dilakukan kepada Allah yang telah menyelamatkan, yaitu mengasihi Allah dengan segenap jiwa dan dengan segenap kekuatan (Ul. 6:5).seorang Begitu juga bagaimana seharusnya seorang raja mewujudkan kasihnya kepada bangsanya, Ia harus memerintah dengan yang benar dan adil, sesuai ketetapan, peraturan, dan hukum Allah (Ul. 17:14-20), bagaimana seorang hakim mengasihi sesamanya, ia harus melakukan peradilan yang benar dan adil (Ul. 16:18-20), ia harus mampu menghapus hutang sesama yang tidak mampu mengembalikan pinjamannya (Ul. 15:1-11). Kewajiban yang harus dilakukan umat adalah semua yang diatur dalam bagian Kitab Ulangan yang disebut hukum Deuteronomis, terutama yang terdapat dalam Ulangan 12-26 yang diakhiri dengan ucapan berkat kutuk sebagai penutup dari semua tuntutan itu (Ul. 28).[2] 
Kitab Ulangan merupakan salah satu kitab yang paling penting dan berpengaruh di antara kitab-kitab Ibrani. Kitab ini menyajikan pandangan teologis yang mempengaruhi nabi-nabi terdahulu (Yosua, Hakim-Hakim, Samuel, dan Raja-Raja), sekarang dikenal sebagai Sejarah Deuteronomis Israel. Kitab Ulangan juga mempengaruhi sejarah Tawarikh Israel ( Tawarikh, Ezra, dan Nehemia). Penafsiran kembali secara Deuteronomis atas pokok-pokok penting dari hukum kuno dan sejarah Israel menyajikan suatu pola bagi para rabi, yang menerbitkan Misnah dan Talmud. [3] Kitab terakhir dalam Pentateukh ini memperoleh namanya dari kata Yunani deuteronomion touto di Ulangan 17:18, yang berarti “pemberian hukum yang kedua.” Sebenarnya ungkapan ini dalam naskah Ibrani lebih tepat berarti “salinan hukum ini,” tetapi penggunaan yang populer dari “hukum kedua” menghubungkan kitab ini dengan Perjanjian Sinai dari Kitab Keluaran, yang berhubungan erat dengan Kitab Ulangan. Bersama dengan pengulangan Sepuluh Hukum dalam pasal 5, Kitab Ulangan berisi banyak hukum yang sama dengan yang ditemukan dalam Kitab Keluaran, terutama dalam Kitab Perjanjian (Kel. 21-23).
Kitab Ulangan lebih banyak ditulis mengenai struktur kesusasteraan Kitab Ulang daripada tentang salah satu dari keempat Kitab Pentateukh lainnya. Hal ini disebabkan oleh kesamaan-kesamaan yang menggugah rasa ingin tahu antara Kitab Ulangan dengan pakta-pakta Timur Dekat pada zaman purbakala. Garis besar Kitab Ulangan mempunyai kesamaan dengan ciri-ciri utama sebuh pakta, terutama sekali pakta-pakta orang Het pada akhir milenium kedua SM.[4] Yang paling penting untuk memahami struktur kitab ini adalah logika pengorganisasian dari bagian ketetapan-ketetapan. Struktur Kitab Ulangan ini terbagi menjadi tiga unsur; pertama, Kitab Ulangan sebagai suatu kumpulan hukum dan peraturan atau kodeks. Kedua, Kitab Ulangan sebagai suatu naskah perjanjian. Ketiga, Kitab Ulangan sebagai suatu pidato perpisahan Musa. [5] Pada tahun 1979, dalam Kitab Ulangan, dalam artikelnya Stephen Kaufman mengemukakan bahwa ps. 12-26 berhubungan dengan kesepuluh Hukum. [6] Pelayanan Musa sedang mendekati akhir. Untuk membangkutkan kepemimpinan baru dan penaklukan dan pendudukan tanah perjanjian, Musa menasehati bangsa yang telah dia pimpin keluar dari Mesir itu dengan sejumlah nasehat yang bersifat umum. Hal yang sangat penting adalah pesan-pesan Musa yang disampaikan kepada bangsanya; pertama, Musa meninjau ulang sejarah Israel. Dengan terang dan jelas dia menunjukkan bahwa syarat-syarat untuk memperoleh kebaikan YAHWEH adalah ketaatan kepada Hukum Taurat dan kesetiaan kepada YAHWEH dengan sepenuh hati. Kedua, Musa dengan jelas mengingatkan mereka bahwa mereka adalah umat perjanjian YAHWEH. Dia mengulangi kesepuluh perintah dan menunjukkan bahwa ini adalah dasar untuk hidup Kitab Ulangan tidak disajikan sebagai suatu perjanjian. Kitab Ulangan mempergunakan bentuk-bentuk dari tradisi perjanjian, tetapi disajikan sebagai suatu rentetan wajang-wejangan yang diberikan kepada Israel oleh Musa menjelang kematiannya. Ulangan adalah wasiat Musa kepada Israel, yang akan merebut Kanaan dalam waktu dekat. Ini bukan teks perjanjian atau kesepakatan. Kitab ini memang berisikan unsur-unsur bentuk perjanjian, tetapi juga berisikan bahan-bahan yang tidak dapat dimasukan ke dalam bentuk demikian (lih. Ul. 32-34).[7]
Bentuk
Konteks Kultural – Historis Umum
Di Israel, sejarah tidak dipandang hanya sebagai serangkaian peristiwa yang dinilai berkenana dengan sebab dan akibat, tetapi dilihat sebagai tindakan Allah. Sejarah adalah bukti dari pilihan Israel – pelaksanaan rincian pemilihan tersebut diketengahkan dalam pernyataan, “Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku.” Sejarah tidak mengalir secara sembarangan. Tidaklah secara kebetulan atau karena usaha manusia Israel dibawah keluar dari Mesir sesudah empat ratus tahun berada di sana dan dimpin ke negeri yang dijanjikan pada Abraham. Sejarah adalah penyataan dan menuntut tanggapan; itulah sebabnya sejarah sangat penting bagi perjanjian itu. Kenyataan bahwa Allah sudah bertindak dalam sejarah atas nama mereka merupakan panggilan nyaring dan jelas bagi umat Israel untuk menerima pemerintah Allah yang penuh kebajikan. Ditegaskan (Ul. 4) bahwa Israel harus belajar dari sejarah; nasihat ini diulang dalam Perjanjian Baru mengenai penyataan dalamsejarah tentang Allah (Rom. 15:4; I Kor. 10:1-13). Walaupun tangan Allah terlihat dalam seluruh sejarah dan berbagai pelajaran dapat ditarik dari bagian apa saja di sejarah dunia, sejarah Israel adalah unik sebagai suatu wahana yang secara khusus dirancang untuk penyataan diri Allah.[8]  Mengenai Hukum Taurat . Hal ini pasti akan membingungkan orang Israel pada zaman dahulu, karena bagi mereka tidak ada peragaan yang lebih besar dari kasih karunia Allah daripada yang ditunjukkan dalam pemberian hukum Taurat. Di Timur Dekat kuno, dewa-dewa tidak terkenal mantap dalam bertindak. Para pemuja dibiarkan untuk menebak-nebak apa yang dapat menyenangkan dewa merka atau apa yang tidak menyenangkannya, dan ini bisa berubah dari hari ke hari. Kergauan dan ketidaktentuan itu menimbulkan kebingungan yang terus menerus, dan orang hanya bisa mengira-ngira apakah ia berkenan atau tidak dengan cara menilai keberuntungannya setiap hari. Hukum Taurat mengubah itu semua bagi umat Israel. Allah mereka sudah memilih untuk menytakan diri dan memberi tahu pada mereka dengan jelas apa yang Dia harapkan dari mereka. Di Timur Dekat kuno adalah alat masyarkat untuk memerintah diri sendiri; di Israel hukum Taurat adalah penyataan Allah. Di Timur Dekat kuno, pelanggaran hukum adalah pelanggaran terhadap masyarakat; di Israel pelanggaran hukum adalah pelanggaran terhadap Allah. Hukum di Timur Dekat kuno menekankan ketertiban dalam masyarakat; hukum di Israel menekankan perilaku yang benar di pemandangan Allah.[9] Tempat Ibadah yang Sentral. Gagasan satu tempat ibadah di Israel secara simbolis berhubungan dengan konsep satu Allah. Di Timur Dekat kuno kota-kota yang berbeda mempunyai dewa pelindung yang berbeda dengan kuil-kuil yang dibangun untuk menghormati mereka. Oleh karena itu pantaslah bagi Israel, yang hanya mempunyai Allah yang Esa, untuk mempunyai satu rumah ibadah yang sah. Namun, orang dapat menjumpai banyak kuil kepada ilah yang sama di Timur Dekat kuno. Tetapi teologi mengenai kehadiran Allah yang terus-menerus di baitu suci di Yerusalem tidak memeungkinkan adanya lebih dari satu tempat peribadatan. Kehadiran Allah tidak dapat diwakilkan oleh berhala-berhala seperti di agama-agama lain. Juga upacara agamanya harus dilakukan dalam kehadiran Allah. Oleh karena itu sentralisasi penting sekali baik karena alasan-alasan teologi maupun untuk melindungi praktik keagamaan yang ortodoks. Kegagalan untuk melaksnakan sentralisasi itulah yang terus-menerus menghidupkan banyak persoalan keagamaan sebelum pembuangan.[10]
            Dalam geografi dunia fisik dari Perjanjian Lama adalah Timur Dekat kuno, yang sekrarang ini biasa dikenal sebagai Timur Tengah. Kisah-kisah Perjanjian Lama meliputi kawasan Mesopotamia di Timur, Asia Kecil atau Anatolia di Utara, Siro-Palestina dan Mesir di barat, dan semenanjung Arabia di selatan. Negara Irak dan Iran yang sekarang menempati sebagian terbesar dari Mesopotamia kuno, sementara Asia Kecil sekarang ini dikenal sebagai Turki, dan Saudi Arabia menguasahi hampir seluruh semenanjung Arab. Hampir empat perlima bagian dari sejarah Perjanjian Lama terjadi di daerah Siro-Palestina di pantai timur Laut Tengah. Wilayah ini sekrang meliputi negara Siria, Libanon, Yordania, dan Israel.[11] Palestina adalah negeri Palestina dinamai menurut bangsa Filistin (Pelishtim dalam bahasa Ibrani) yang menetap di daerah pantai Laut Tengah dari Yope sampai Gaza sekitar tahun 1300-1200 SM. Sebelum orang Filistin berimigrasi daerah itu dikenal sebagai Kanaan. Nama ini mengandung arti “negeri ungu” dan barangkali nama itu diambil dari bahan pewarna ungu yang dihasilkan oleh orang pribumi dari sejenis kerang-kerangan yang banyak terdapat di sepanjang pantai Mediterania. Palestina sering kali disebut sebagai pusat geografis dan teologis dari dunia purbakala. Negeri ini tidak hanya terletak di persimpangan jalan jalur-jalur perdagangan yang penting pada zaman purbakala, “tanah di antara” benua Afrika, Asia dan Eropa. Juga daerah Yudaisme, Kekristenan dan Islam mengawali keberadaan mereka. Luas negeri itu sekitar 150 mil dari Dan ke Bersyeba (utara-selatan) dan 100 mil dari Laut Tengah ke Sungai Yordan (timur-barat), atau kasarnya seukuran kota New Jersey. Negeri Palestina dengan mudah dalam empat daerah geografis utama yang membujur dari utara ke selatan: daratan pantai, daerah perbuktian tengah, celah Yordan, dan dataran tinggi Trans yordania (bdg. Ul. 1:6-8). Latitudinal utama atau Pembagian georgafis utama Palestina melintang dari timur ke barat berkaitan dengan segi-segi geografis negeri itu dan tapal batas politis dari dua kerajaan Israel yang pecah. Pembagian ini meliputi daerah Galilea di utara, Samaria di daerah utara-tengah Palestina. Yehuda di bagian selatan-tengah Palestina, dataran Negev (atau Padang rumput” kering) di selatan, dan semenanjung Sinai yang membentuk perintang besar antara Palestina dan Mesir.[12] Lembah Yordan adalah Lembah sungai Yordan atau celah Yordan, adalah lembah geologis besar yang mulai di Siria di pegunungan Libanon dan membujur ke selatan sampai ke Teluk Akaba dan Laut Merah. Lembah sungat Yordan yang membentuk perbatasan timur Palestina adalah bagian dari parit geologis yang berigi-rigi. Pada zaman dulu daerah sekitar Danau Galilea berpenduduk sangat padat dan secara intensif diolah dan ditanam dengan memakai irigasi. Lebih jauh lagi ke selatan, lembah sungat itu menyempit dan didapati tumbuh-tumbuhan hinga berupa hutan, tampat tinggal binatang-binatang liar pada masa Perjanjian Lam (bdg. Yer. 49:19; 50:44; Za. 11:3). Sebagian besar wilaya ujung selatan dari lembah sungai ini tidak ada penduduknya, kecuali di tempat sungai Yabok memasuki Yordan dan di Oasisi yang diari sumber-sumber Yerikho. Bukit-bukit tanah liat yang licin dan berlumpur dan tumbuh-tumbuhan yang lebat dan sejajar sepanjang lembah Yordan membuatnya tetap merupakan perintang alam antara Palestina dan dataran tinggi Trans Yordan. Laut mati tidak mempunyai saluran keluar yang alami, dan airnya yang melimpah dengan mineral mengandung kadar garam sampai 30 persen. Tebing-tebing batu kapur yang berjajar sepanjang pantai barat Laut Mati dipenuhi gua-gua yang dipergunakan sebagai tempat persembunyian untuk penyamun, pelarian politik, dan komunitas-komunitas berbagai sekte keagamaan. Di tempat inilah di antara pemandangan gua-gua yang “tandus” ini ditemukan guluang-gulungan naskah Laut Mati atau gulungan-gulungan naskah komunitas Qumran. Penduduk di pinggiran daerah padang gurun yang kering dan terpencil ini menambang endapan-endapan bijih besi dan tembaga yang dijumpai di daerah bukit-bukit di perbatasan Araba, atau terlibat dalam perdagangan dengan kafilah-kafilah yang melintasi daerah itu.[13]
Konteks Kultural – Historis Khusus
Identitas Penulis Kitab
            Ulangan ditulis oleh Musa (31:9, 24-26; bd 4:44-46; 29:1) dan diwariskan kepada Israel sebagai dokumen perjanjian untuk dibacakan seluruhnya di hadaoan seluruh bangsa setiap tujuh tahun (31:10-13). Musa mungkin menyelesaikan penulisan kitab ini menjelang kematiannya sekitar tahun 1405 SM.[14] Tradisi orang Yahudi dan tradisi orang Samaria setuju bahwa kitab Ulangan dikarang oleh Musa. Dalam Neh. 8:2 disebutkan “kitab Taurat Musa”, yang dibacakan oleh Ezra kepada orang-orang Israel sebagaimana diperintahkan oleh Musa dalam Ulangan 31:9-13. Kemudian, dalam Ul. 1:5 dikatakan bahwa Musa menguraikan hukum Taurat, lalu menuliskannya dan menyerahkannya kepada orang-orang Lewi (31:9). Selain itu, kitab Ulangan dikutip lebih dari 80 kali dalam Perjanjian Baru, dan sering kali penulis-penulis Perjanjian Baru disamping mengutip juga mengatakan bahwa kitab itu dikarang oleh Musa. [15]
            Para nabi dianggap bertanggung jawab atas Kitab Ulangan ini, karena pada suatu saat segala sesuatu dari Alkitab Ibrani yang bercirikan etik teologis dianggap berasal dari lingkungan pada nabi. Tetapi, Kitab Ulangan tidaklah memperlakukan para nabi dengan baik (lih. Tafsiran Ul. 18:9-22) Penafsir lain mengatakan bahwa Kitab Ulangan mencerminkan khotbah para Lewi. Sebenarnya tidak ada contoh khotbah Lewi dalam Alkitab, maka tidak mungkin mengatakan bahwa Kitab Ulangan adalah hasil dari kegiatan semacam itu. Para bijak di Israel pernah juga dianggap sebagai penulis Kitab Ulangan ini, tetapi mereka tidak pernah muncul dalam kitab yang mengadaikan bahwa mereka yang menyusun dan menerbitkan kitab ini bagi bangsa Israel sebagai pola hidup mereka.[16] Satu alasan yang menyebabkan para pakar tidak mempertahankan hubungan Musa dengan kitab ini adalah karena kitab Ulangan mengajarkan bahwa penyembahan harus dipusatkan pada satu tempat ibadah (Ul. 12). Keberatan-keberatan ini menyebabkan mereka menolak kemungkinan bahwa berdasarkan logika Musa sudah mengantisipasi soal-soal yang berhubungan dengan pemerintahan raja yang kelak harus ditangani. Kita melihat tidak ada alasan untuk menolak bahwa kitab Ulngan ini memang merupakan catatan yang akurat dari perkataan Musa, tetapi tidaklah perlu bahwa Musa sendiri yang menuliskan perkataan itu, tetapi sifat dari kitab ini dan kesatuannya memberi kesan bahwa kitab itu ditulis tidak lama setelah perkataan itu disampaikan. [17] Teori Hipotesis dokumen, pandangan bahwa Pentateukh disusun dengan memakai beberapa dokumen, dan teori  Deuteronomistic History (teori bahwa penulis yang tidak dikenal telah menyusun kitab Ulangan).[18]
Latar Belakang Penulisan Kitab
            Kitab Ulangan seluruhnya berasal sumber Deuteronomis. Sifat dan ciri tulisan Deuteronomis sekedar mau mengulangi apa yang sudah diceritakan dan disebutkan dalam kitab-kitab sebelumnya. Tetapi penulis sumber Deuteronomis telah mengambil alih apa yang sudah ada sebelumnya dan menyusunnya kembali dalam konteks pergumulan umat zaman Deuteronomis. Dan semua ciri serta sifat dari sumber Deuteronomis ada dalam Kitab Ulangani.[19] Kitab ini berisi amanat perpisahan Musa yang dalamnya ia mengulas kembali dan memperbaharui perjanjian Allah dengan Israel demi angkatan Israel yang baru. Mereka kini sudah mencapai akhir dari pengembaraan di padang gurun dan siap masuk ke Kanaan. Sebagian besar angkata ini tidak mengingat Paskah yang pertama, penyeberangan Laut merah, atau pemberian Hukum di Gunung Sinai. Mereka memerlukan pengishan kembali yang bersemangat mengenai perjanjian, hukum Taurat, dan kesetiaan Allah, dan suatu pernyataan baru mengenai berbagai berkat yang menyet=rtai ketaatan dan kutuk  yang menyertai ketidaktaatan. [20] Selama satu generasi (40tahun) orang Israel telah mengembara di Padang gurun Sin. Sekarang tiba saatnya mereka akan mencapai tujuan utama sejak keluar dari Mesir, yaitu masuk tanah Kanaan. Akan tetapi, mereka akan menghadapi juga banyak godaan yang keras dan pencobaan yang berat di tanah baru itu, dan pemimpin baru mereka (Yosua) belum membuktikan kesanggupannya. Oleh karena itu Musa menyampaikankan beberapa khotbah kepada mereka. [21] Di kitab Ulangan, Tuhan diperkenalkan sebagai raja yang bekuasa dan pemrakarsa perjanjian. Prolog sejarah mengisahkan kembali bagaimana Tuhan sudah membwa kaum Israel keluar dari Mesir, menyatakan diri-Nya di Sinai, dan membawa mereka ke negeri yang sudah dinjanjikan-Nya pada Abraham, nenek motang mereka. Ketatapan-ketetapan memenuhi sebagian besar kitab ini. [22]
Waktu dan Alamat Penulisan Kitab
Musa mungkin menyelesaikan penulisan kitab ini menjelang kematiannya sekitar tahun 1405 SM. Bahwa Musa menulis kitab ini ditegaskan oleh (1) Pentateukh Samaria dan Yahudi, (2) para penulis PL (mis. Yos. 1:7; 1Raj 2:3; 2Raj 14:6; Ezr. 3:2; Neh. 1:8-9; Dan 9:11), (3) Yesus (Mat. 19:7-9; Yoh. 5:45-47) dan penulis PB yang lain (mis. Kis. 3:22-23; Rm. 10:19), (4) para cendekiawan Kristen zaman dahulu, (5) cendekiawan konservativ masa kini, dan (6) bukti di dalam kitab Ulangan sendiri (mis. Kesamaan sususnan dengan bentuk-bentuk perjanjian yang ditulis pada abad ke-15 SM). [23] 
Teori Hipotesis dokumen, pandangan bahwa Pentateukh disusun dengan memakai beberapa dokumen, dan teori  Deuteronomistic History. Kedua teori tersebut menentukan tanggal penulisan Kitab Ulangan pada bagian akhir abad ketuju SM dan memandangnya sebagai dokumen dasar untuk pembaharuan yang dilakukan oleh Raja Yosia pada tahun 622. Kendati fungsinya dalam pembaharuan oleh Raja Yosia tak perlu dipersolakan lagi, makin banyak orang berpendapat bahwa kitab Ulangan berisi banyak bahan yang menunjuk pada masa yang lebih awal dari abad ketujuh.[24] Lebih dari lima puluh pakta seperti itu sudah ditemukan di Timur Dekat kuni yang waktunya berkisar dari pertengahan milenium-ketiga sampai pada pertengahan milenium-pertama SM. [25] Dengan memperhatikan bukti, tidak mungkin menerima pendapat beberapa sarjana bahwa kitab ini dikarang pada masa pemerintahan Yosia, kira-kira 600 tahun sesudah Musa.[26] Karena itu, Kitab Ulangan kemungkinan ditulis pada abad ke-8 SM. Menurut beberapa ahli kitab ini ditulis pada zaman pemerintahan Raja Hizkia. Ada pula yang mengatakan bahwa Kitab Ulangan ditulis di Israel Utara. Ketika Kerajaan Israel Utara dihancurkan oleh Asyur pada tahun 721 SM (band. E. W. Nicholson, Deuteronomy and Tradition. hal 58-63) gulungan Kitab Ulangan dibawa ke Kerajaan Selatan/ Yehuda dan disembunyikan di Bait Allah. Gulungan itulah ditemukan pada imam ketika diadakan renovasi Bait Allah di Yerusalem pada masa pemerintahan Raja Yosia. Raja Yosia mengadakan reformasi pada tahun 622 SM.[27]
Tujuan Penulisan Kitab
             Sebelum menyerahkan kepemimpinan kepada Yosua untuk penaklukan Kanaan, maksud Musa mula-mula ialah untuk menasihati dan mengarahkan angkatan Israel yang baru tentang (1) perbuatan-perbuatan perkasa dan janji-janji Allah, (2) kewajiban mereka bertalian dengan perjanjian untuk beriman dan taat, dan (3) perlunya mereka menyerahkan diri untuk takut kepada Tuhan, hidup di dalam kehendak-Nya, serta mengasihi dan menghormati Dia dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan mereka. [28] Ketika Musa berhenti, ia mempercayakan kepemimpinan kepada Yosua dan pelayanan pengajarannya kepada para imam. Musa sekali lagi menceritakan kelahiran dan masa kanak-kanan bangsa itu, yang telah dipimpinnya keluar dari perbudakan Mesir, menuju perbatasan Kanaan dan, mengucapkan berkat untuk masing-masing suku. [29] Kitab Ulangan dimaksudkan untuk merumuskan ketaatan dan dengan demikian mendorong ketataan dan memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai perjanjian yang diadakan antara Israel dengan Tuhan di Sanai. Tujuan dari bagian ketetapan-ketetapan adalah untuk menghadapi semangat hukum. Pesan dari kitab ini adalah pesan hukum dan pesan perjanjian.[30] Musa mengajurkan umat Israel agar beriman dan taat, memperingatkan mereka tentang bahaya penyembahan berhala dan kemurtadan, dan tentang hukuman yang akan menimpa bangsa yang meninggalkan prinsip-prinsip Perjanjian Sinai. Sekaligus dia juga menjanjikan banyak berkat dari Tuhan andaikata Israel tetap setia melakukan tugasnya.[31]
Ciri Khas Penulisan Kitab
            Empat ciri khas menandai Ulangan. (1) Ulangan menyediakan bagi angkatan Israel yang baru (yang sebentar lagi akan masuk Kanaan) landasan dan motivasi yang diperlukan untuk mewariskan tanah yang dijanjikan dengan memusatkan perhatian kepada tabiat Allah dan perjanjian-Nya dengan Israel. (2) Ulangan merupakan “Kitab Hukum Kedua” karena didalamnya Musa, pemimpin Israel yang berudia 120 tahun, menyatakan kembali dan merangkun (dalam bentuk khotbah) sabda Tuhan yang terdapat di dalam keempat kitab sebelumnya. (3) Ulangan merupakan “Kitab Kenangan”. Nasihat yang khas dari Ulangan ialah, “Ingatlah ... dan jangan melupakan.” Daripada mengemukaka usaha untuk mencari “kebenaran baru”, Ulangan menasihati Israel untuk mempertahankan dan menaati kebenaran yang sudah dinyatakan Allah sebelumnya dalam Firman-Nya yang mutlak dan tidak berubah. (4) Dasar pikiran yang penting dalam kitab ini adalah rumusan “imam-tambah-ketaatan”. Israel dipanggil untuk mempercayai Allah dengan segenap jiwa raga dan menaati perintah-perintah-Nya dengan tekun. Iman- tambah-ketaatan akan memungkinkan mereka mewarisi janji-janji berkat Allah yang penuh; ketiadaan iman dan ketaatan, pada pihak lain, akan mengakibatkan kegagalan dan hukuman. [32]
Pemahaman terhadap Konteks Dekat
Khotbah yang kedua dari Musa yang menentukan mengenai ketentuan-ketentuan Perjanjian. Musa mengakhiri uraian ini dengan anjuran agar Israel taat atau sebagai nasihat dalam penutup berdasarkan perjanjian yang telah dibuat antara Tuhan dengan mereka. Bagian penutup ini mengingatkan orang Israel akan kewajiban-kewajiban dan hak-hak istimewa mereka dalam hubungan perjanjian. Pasal 16 Hari ini. Pelaksanaan janji-janji ini menuntut ketaatan sepenuhnya dari pihak Israel. Bnd Ibr. 4:7. Pasal 17 Menerima Janji. Barangkali ini adalah istilah hukum, yang dihubungkan dengan pembebanan kewajiban-kewajiban berdasarkan perjanjian, dan barangkali dikaitkan dengan beberapa tanda persetujuan umat yang tidak disebutkan dengan cara apapun. Pasal 19 Dia ata segala bangsa. Upah gemilang bagi Israel yang setia dan taat. Bnd 28:10.
Skema
            Kitab Ulangan dapat dibagi menjadi 4 (empat) bagian besar yaitu: Pertama, Khotbah yang pertama (pas. 1:1-4:43) memuat pokok perbuatan-perbuatan Allah. Pimpinan. Tuntutan Tuhan diikhtisarkan (pas. 1-3), dan anjuran agar umat Israel mentaati perintah-perintah Tuhan dan mengingat segala kebaikan-Nya kepada mereka sampai saat itu (pas. 4). Kedua, Khotbah yang kedua (pas. 4:44-26:19) memuat pokok-pokok Hukum Allah. Undang-undang Dasar (pas. 5-11), kesepuluh Firman diulangi lagi dengan uraian khusus tentang hal kesetiaan kepada Tuhan. Selanjutnya ketentuan-ketentuan Perjanjian (pas. 12-26). Ketiga, Khotbah yang ketiga (pas. 27-30) memuat pokok-pokok Perjanjian dengan Allah. Setelah semua perintah/undang-undang Tuhan dicatat, Perjanjian antara Israel dengan Tuhan diperbaharui (27:1-10). Kemenangan, damai sejahtera dan kesuburan tanah sehingga berhasil dan kekayaan (28:1-14), tetapi jika mereka tidak setia, ada beberapa kutukan menimpa mereka (28:15-68) dam Musa memanggil Israel kepada suatu penyerahan/pengabdian diri kepada Tuhan (pas. 29-30). Keempat, Kejadian-kejadian akhir (pas. 31-34), memuat amanat Musa kepada Yosua dan kepada orang-orang Lewi (pas. 31), nyanyian Musa (pas.32), Musa memberkati seluruh suku (pas.33) dan Musa meninggal (pas. 34).[33]





[1] Andrew E. Hill & John H. Walton, Survei Perjanjian Lama, (Malang: Gandum Mas, 1998), 228.
[2] Barnabas Ludji, Pemahaman Dasar Perjanjian Lama (Bandung: Bina Media Informasi), 113-114.
[3] Dianne Bergant & Robert J. Kanis, Lembaga Biblika Indonesia Tafsir Alkitab Perjanjian Lama, ( Yogjakarta: Kanisius, )197.
[4]  Herbert Wolf, Pengenalam Pentateukh (Malang: Gandum Mas, 1998), 291.
[5] I.J. Cairns, Tafsiran Alkitab-Kitab Ulangan Ps. I-II (Jakarta: Gunung Mulia, 2003), 4.
[6] S. Kaufman, The Structure of Deutoronomic Law, Maarav 1,2 (1978), 105-108.
[7] Dianne Bergant & Robert J. Kanis, Lembaga Biblika Indonesia Tafsir Alkitab Perjanjian Lama, ( Yogjakarta: Kanisius, ), 198.
[8] Andrew E. Hill & John H. Walton, Survei Perjanjian Lama, (Malang: Gandum Mas, 1998), 237
[9] Ibid, 238
[10] Ibid, 239.
[11] Andrew E. Hill & John H. Walton, Survei Perjanjian Lama, (Malang: Gandum Mas, 1998), 35.
[12] Ibid, 43
[13] Ibid, 46
[14] Donald C. Stamps, Alkitab Penuntun: Hidup Berkelimpahan,( Malang: Gandum Mas, 2010), 273.
[15] Denis Green, Pengenalan Perjanjian Lama, (Malang: Gandum Mas, 1984), 68.
[16] Dianne Bergant & Robert J. Kanis, Lembaga Biblika Indonesia Tafsir Alkitab Perjanjian Lama, ( Yogjakarta: Kanisius, ), 198.
[17] Andrew E. Hill & John H. Walton, Survei Perjanjian Lama, (Malang: Gandum Mas, 1998), 226.
[18]Ibid, 225.
[19] Barnabas Ludji, Pemahaman Dasar Perjanjian Lama (Bandung: Bina Media Informasi), 110.
[20] Donald C. Stamps, Alkitab Penuntun: Hidup Berkelimpahan,( Malang: Gandum Mas, 2010), 273.
[21] Denis Green, Pengenalan Perjanjian Lama, (Malang: Gandum Mas, 1984), 68.
[22] Andrew E. Hill & John H. Walton, Survei Perjanjian Lama, (Malang: Gandum Mas, 1998), 228.
[23] Donald C. Stamps, Alkitab Penuntun: Hidup Berkelimpahan,( Malang: Gandum Mas, 2010), 274.
[24]Andrew E. Hill & John H. Walton, Survei Perjanjian Lama, (Malang: Gandum Mas, 1998), 225.
[25] Ibid, 226.
[26] Denis Green, Pengenalan Perjanjian Lama, (Malang: Gandum Mas, 1984), 68.
[27] Barnabas Ludji, Pemahaman Dasar Perjanjian Lama (Bandung: Bina Media Informasi),111.
[28]Donald C. Stamps, Alkitab Penuntun: Hidup Berkelimpahan,( Malang: Gandum Mas, 2010), 274.
[29] Samuel  J. Schultz. Survei Perjanjian Lama Bagian I Kejadian-Ester (Jakarta: Evangelical Training Association), 54.
[30] Andrew E. Hill & John H. Walton, Survei Perjanjian Lama, (Malang: Gandum Mas, 1998), 229-230.
[31] Denis Green, Pengenalan Perjanjian Lama, (Malang: Gandum Mas, 1984), 69.
[32] Donald C. Stamps, Alkitab Penuntun: Hidup Berkelimpahan,( Malang: Gandum Mas, 2010), 274.
[33] Denis Green, Pengenalan Perjanjian Lama, (Malang: Gandum Mas, 1984),  70.

Tuesday, September 16, 2014

:)

Ketika orang yang kamu sayang pergi berlahan-lahan, kadang kamu akan membenci itu. Kamu akan membenci hari itu, kamu akan membenci keadaan itu, dan bertanya-tanya mengapa ini harus terjadi ? Kita seakan-akan menggangap Tuhan ini semua tidaklah adil, saya selalu membuat mereka tertawa tersenyum, tetapi mereka sebaliknya ? mereka membuat saya menangis! apakah salahku ya Tuhan ? mengapa Engkau membuat saya mengasihi dan mencintai mereka ? mengapa hari ini harus terjadi dan mengapa saya harus mengalaminya ?

Saya sering membenci 28desember2012. Karena hari ini Tuhan membuat saya harus berpisah selama-lamanya dengan ayah saya. Orang yang selalu membuat saya tersenyum, tertawa, bahagia. Kenapa harus pergi meninggalkanku ? Kadang Tuhan mengijinkan semua itu terjadi untuk melatih kehidupan kita agar kita kuat. Tuhan mengijinkan kita mengalaminya karena Dia tahu kita mampu melewatinya.

Hari ini 16September2014, saya juga kehilangan seseorang yang sudah saya sayang. Saya membenci hari ini. Kenapa hari ini harus terjadi ? Padahal baru kemarin saya tertawa tersenyum bersamanya, tetapi saya tidak tahu pasti dan mengerti kenapa hari ini malah sebaliknya ?

Saya tahu ketika masalah pergumulan datang dalam hidupku, itu semua adalah proses kehidupan kita yang harus kita jalani, yang harus kita lalui. Yakin dan percayalah, ketika kamu dapat melaluinya kamu akan menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Kamu akan menjadi motivator kepada orang lain. Suatu hari nanti kamu akan tertawa mengingat hari itu. Tuhan tahu kok apa yang terjadi, bukan hanya tahu hari ini tetapi besok sampai selama-lamanya Tuhan tahu apa yang akan terjadi dalam hidupmu, dan yakinlah Tuhan slalu memberikan yang terbaik jauh yang terbaik di luar batas pemikiran kita tentang hidup kita. Tuhan Yesus memberkati dan tetap SEMANGAT MENJALANI HIDUP INI. Hidup ini tidak akan berhenti tetapi terus berjalan sobat :)

Thursday, August 28, 2014

Arti atau pandangan kesombongan

dear blogger

Kesombongan ? apakah anda pernah dikatakan sombong oleh seseorang di tempat baru atau lingkungan baru anda? Padahal menurut anda dan menurut keluarga dan sahabat-sahabat atau temen-temen anda, anda tidaklah sombong, dan mereka tidak pernah mengatakan anda sombong. kalau ya ini merupakan jawaban mengapa orang tersebut mengatakan anda sombong.

   Menurut gue yang pertama karena mereka tidak mengenal benar siapa dirimu sebenarnya. Mereka hanya menilai dan memandang kamu dari sebelah pihak, dan langsung mengatakan anda sombong dengan secepat itu tanpa mengenal siapa anda sebenarnya.

Kedua ketika anda dibilang sombong oleh orang lain pada saat itu anda berarti adalah orang yang lebih dari orang tersebut. Karena ketika akan dikatakan sombong oleh orang lain, kemungkinan besar orang lain tersebut sangatlah iri dengan apa yang anda miliki. Iri hati itu muncul ketika anda lebih pintar, lebih kaya, lebih cantik, lebih ganteng, pokoknya dalam berbagai hal anda adalah orang yang lebih dari mereka, sehingga mereka  mengatakan anda sombong. Tetapi coba ketika anda berada di sekitar orang yang lebih dari anda apakah anda akan dikatakan sombong ?
  Beberapa pandangan contoh yang simple yang dapat gue bagikan buat kalian:

Ketika anda hanya memiliki sebuah android atau tab samsung galaxy dan anda bergaul dengan dia dan teman anda miliki adalah sebuah iphone 4S atau 5S apakah anda akan dikatakan sombong oleh temen anda ? Tidak bukan ? karena anda memiliki ganget tidak lebih bagus dan mahal dari temen anda.

Kedua apakah ketika anda hanya memiliki sebuah motor dan temen anda memiliki sebuah mobil, apakah temen anda akan mengatakan anda sombong ? tidak kan ? kan anda hanya memiliki sebuah motor sedangkan temen anda mobil.

Jadi dapat gue simpulkan bahwa ketika anda dikatakan sombong di tempat anda sekarang, berarti orang-orang tersebut iri dengan anda. Anda lebih unggul dari mereka. Jadi janganlah kuatir, tetaplah jadi dirimu sendiri. Dan biarkan saja, nanti suatu saat hari mereka akan melihat siapa dirimu itu dan akan menyesali apa kata mereka kepada anda ;)

Gue sangat kecewa dengan situasi dan masalah yang ada sekarang, karena mereka iri dengan saya dan mengatakan saya sombong. Gue sblmnya tidak pernah dikatakan sombong kecuali pada saat becanda dan situasi saat itu adalah becanda sehingga gue menyombongkan diri gue. Ada temen gue yang katakan gue sombong dan mengatas namakan beberapa orang, tetapi hanya dia yang mengatakan gue sombong, padahal ya gue slalu baik banget sama dia, tetapi ternyata dia iri sama gue dan mengatakan gue sombong karena gue pintar. Ya menurut gue dia hanyalah iri dengan kepintaran gue karena gue lebih pintar dari dia. Gue slama di SMP dan SMA kadang dibilang sombong atau bahkan tdk prnh dibilang sombong karena temen-temen gue jauh lebih pintar dari gue. Tetapi saat ini yang gue rasain ya inilah ;) yasudah inilah prosesku, gpp kan aslinya gue ga sombong kok. Malahan klo kalian mnta bantuin gue ajarin kalian, ya gue bisa ajarin sesuai kemampuan gue, tetapi dia tdk pernah meminta itu kpada gue, sehingga gue dibilang sombong sama dia. woow TRAGIS ya blogger :D ;))

oke semoga bermanfaat sharing gue malam ini. THANKS ;) GBU

Tuesday, August 26, 2014

sabar :)

Keadaan baru yang kujalani saat ini tidak pernah gue pikirkan sebelumnya. Ditahun yang pertama gue dapat melewatinya semua berjalan lancar, tetapi seiring waktu khususnya saat ini gue mulai terasa tidak nyaman, tidak enak, membuat gue rasanya mau ngamuk sama Tuhan. GUE KANGEN KULIAH GUE YANG PERTAMA. gue ga tahu apa yang Tuhan inginkan dalam hidup gue, tetapi satu hal yang gue pegang yaitu Tuhan slalu memberikan yang terbaik. Disaat seperti ini gue ga ada temen buat curhat, gue makan sendirian, gue pulang sendiri, gue menjalani semua sendiri. Seakan-akan tidak ada seorang yang peduli, yang bbm atau sms atau telp buat nanya sesuatu ke gue " Put dimana ?" Udah makan ?" Makan bareng yuk ?" Temenin gue jalan yuk put ?" . tetapi sekarangKULIAH PULANG LANGSUNG KOST! ga ada acara jalan sama teman-teman ataupun nongkrong seperti yang gue lakukan tahun-tahun lalu bareng temen-temen jogja gue. Sekarang teman-teman gue sangat berbeda pikiran dan pendapat, membuat gue ga nyaman sama mereka. Ada yang malas, masa bodo dengan kuliahnya, ada yang cuek. Kasus hari ini apakah salah ketika gue berusaha membuat sesuatu yang menurut pandangan gue benar ? gue berusaha dosen masuk, walaupun satu orang tidak masuk. Itu kan gara2 dia juga, emang dia pengen pulang. EEEEH malah yang gue lakukan malahan menjadikan gue dipandangan mereka gue egois! Jujur gue ga nyaman dengan keadaan gue skrg. Mereka semua tipe orang yang berbeda sama gue. Menurut gue mereka sepertinya ingin pulang pulang ketika sampai di kampus. Gue bingung, kalau pengen gitu sekalian aja ga kuliah buat apa bayar mahal2 tpi pengen pulang terus. Gue kuliah dulu yaaaa pulang sore terus bahkan malam. Ya itulah yang membuat gue ga nyaman sama mereka. Malam ini air mata gue keluar gara2 keadaan ini, jujur klo disuruh pilih GUE PILIH KULIAH GUE DULU. !!! gue punya teman yang sangat banyak dan baik banget peduli sama gue, apalgi sepikiran sama gue jadi nyambung setiap apa yang kita omongkan dan apa yang akan kita lakukan. Tetapi SEKARANGGGG ???? nyidir-nyidir statuslah, kalau emang ga suka ngomong, jangan sok depan gue senyum senyum. Seumur-umur gue ga pernah di sindir di status! Tetapi skrg gue bingung, kok bisa ya ? ya gue juga harus intropeksi diri gue sih, tpi semua ini belum pernah gue alami sebelumnya.

gue adalah PUTRI seorang manusia yang hanya bisa hidup karena Kasih Karunia Tuhan Yesus, gue hidup untuk Tuhan, jadi gue pasrah dengan kehidupan gue, apa yang akan Tuhan lakukan sama gue saat ini. Meskipun gue ga ada temen, gue ga nyaman, semua menjauh dari gue, ya RAPOPO!! Gue ada sekarang karena Tuhan kok ;)

Friday, July 25, 2014

Perbedaan bahagia dan sukacita

Syallom

kok putri hampir setahun ga ada kabarnya, ga pernah ngeupdate tulisan terbaru, putri kemana yaaaaaaa ? #sokjadiartis. ah klo masalah itu gue bisa jawab. Sebenarnya putri ada kabarnya tp malas nulis aja, gue skrg lebih fokus baca daripada nulis. Nah malam ini ga tahu kesambet apa eeh malah kangen banget yang namanya blogger . Mau dikit berbagi siiih ya mudah-mudaah terberkatiiii kalian yang baca ;)

Kebahagian itu ditentukan oleh situasi keadaan tetapi sukacita itu ditentukan oleh hubungan kita dengan Tuhan.  Gue berani ngomong kayak gni karena gue pernah ngealaminnya! Ketika bokap gue akhir tahun 2012, gue merasa serasa hidup ini tidak akan bahagia lagi. Karena anak mana yang ketika orang tuanya meninggal akan bahagia atau bahkan sukacita ? Tetapi pada saat itu yang gue rahasakan bukanlah kesedihan malahan kebahagiaan bahkan sukacita. Gue seperti anak durhaka yang ketika bokapnya meninggal, anaknya malah sukacita. LOH kok bisa lo ngomong kayak gitu put ? Ya gue bisa! Ketika gue berada di taksi waktu mau pulang ke rumah, dan tiba2 temen gue telp ngasih kabar bokap gue di rumah sakit, gue hanya bisa terdiam dan memikirkan apa yang akan gue liat besok hari. Sampai di rumah sakit gue inget betul itu sekitar jam 10 malam, tepatnya di UGD, bokap gue kayak lg di film-film drama, dikelilingi oleh berbagai macam alat-alat yang jujur bikin gue ngeri banget lihatnya, karena gue tahu orang yang klo udah dikeliling sama alat itu pasti bakalan meninggal dan ga bisa say HELLO lagi ke kita! hanya mujizatlah yang membuat mereka bisa hidup.  YA memang benar apa yang terjadi di film-film itu. Ketika sekitaran 10menit gue nyampe rumah sakit, menurut gue bokap gue kayak tinggal nungguin gue nyampe rumah sakit dan pamitan sama gue, ya menurut gue kayak mau dinas ke tempat yang jauuuuh, yang mungkin ga bakalan balik lagi dan ga bakalan say HELLO PUTRI, udah makan? kok kamu ga bisa gendut kayak papa sih ?. NKetika saat itu terjadi tahu gak yg gue lakukan ? Gue nangis sekencang-kencangnya tetapi tangisan gue di sertai dengan lagu TUHAN YESUS BAIK UNTUK SELAMA-LAMANYA TUHAN YESUS BAIK! lagu itu gue nyanyiin terus menerus sampe ruang UGD itu penuh dengan smuaaa orang yang datang buat katakan hati-hati di jalan ya Pak Paulus. mMungkin yang gue lakukan pada saat itu kalian bakalan pikir gue adalah anak yang senang orang tuanya meninggal karena mungkin ayahnya jahat, ayahnya ga sayang sama dia, atau bisa juga kalian katakan anak durhaka! Tetapi smua yang kalian pikirkan tentang itu semuanya salah! Gue dan bokap gue sangatlah dekaaaat, saking dekatnya ketika gue mau kuliah di jogja bokap gue mati-matiin ga ijinin gue, tetapi karena itu keinginan gue dan gue senang bokap gue dengan hati yang berat dan tangan yang terbuka mengizinkan gue kuliah di luar kota. Gue anak yang paling disayang sama bokap gue, biasanya kata kakak " papa curang, semua keinginan putri dibeliin tapi giliran gue gak". Banyak hal yang bisa gue gambarin saking dekatnya gue sama bokap gue. Singkat cerita, yang gue rasain waktu itu adalah sukacita karena gue tahu bokap gue udah senanggg banget disana, waktu di dunianya sudah selesai, waktu dinas pagi, siang, sore, malam telah usai. Waktu buat mikirin gue yang jauh dari dia, udah selesai. Waktu mikirin kaka gue yang agak dikit bandel telah usai, waktu dengerin celotehan mama ini itu telah selesai. Semua waktu yang membuat dia cape telah selesai, dan waktunya dia tidur enak dan tenang seperti hobi nya. KOK bisa lo sukacita put? IYA GUE BISA, karena pikiran gue kebuka dan gue dapat pengertian ini semua, ada yang yakinin dalam hati gue kalau bokap gue udah bahagia di dunianya yang baru. Pikiran, pengertian itu gue dapat bukan dari orang lain, tetapi dari TUHAN, ketika TUHAN berbicara seperti itu kedalam hati dan pikiran kita, itulah tolak ukur hubunganmu dengan TUHAN. walaupun keadaan atau situasi saat itu tidak memungkinkan buat gue bahagia bahkan sukacita, tetapi TUHANlah yang membuat itu semua.



Dari kesaksian gue, gue dapat membenarkan argumen gue yang diatas tadi. Menurut gue orang yang bahagia belum pasti akan sukacita, tetapi orang yang sukacita sudah pasti bahagia. 

Sedangkan orang yang bahagia belum tentu sukacita itu kayak gini: "gue bahagia kok" tetapi dalam hatinya sakit, dalam hatinya ga rela. Dalam kesehariannya dia kayak ga rela, tetapi dia harus bahagia, karena dituntut oleh keluarga atau teman-teman, sehingga dia harus bahagia. Tetapi dalam hatinya dia tidak bahagia atau bisa di bilang tidak sukacita. Inilah orang yang bahagia tetapi tidak sukacita.

Thursday, April 18, 2013

Sosok dibalik Belanda !


Belanda . Suatu pemikiran yang terlintas dalam benakku mengenai negara ini adalah sistem pemerintahan Monarki yang kepala pemerintahan adalah seorang Ratu dan merupakan kota penghasil keju terbesar di duniaTidak bisa dipungkiri bahwa impian setiap wanita di dunia ini adalah menjadi seorang Ratu .  Terlahir dari keturunan bangsawan dan menjadi seorang putri dari Ratu sebuah kerajaan merupakan suatu impian dari setiap wanita . Kali ini saya ingin mencerita sosok seorang wanita yang beruntung di dunia ini yang terlahir dari seorang putri dari Ratu Juliana dari Belanda dan Pengeran Bernhard dari Lippe-Biesterfeld , yang sampai saat ini menjadi seorang Ratu di negara penghasil Keju terbesar di dunia yaitu Belanda .


intipesan.com  

Wanita yang beruntung tersebut adalah sosok yang bernama Beatrix yang adalah putri sulung dari Putri Mahkota Juliana dari Belanda dan Pangeran Bernhard dari Lippe-Biesterfeld, Putri pertama dari Ratu Juliana dari Belanda dan Pangeran Bernhard dari Lippe-Biesterfeld.  Ketika Putri Beatrix merayakan ulang tahun ke-18 pada tanggal 31 Januari 1956, pada saat itu dibawah Konstitusi Belanda, dia berhak untuk mendapatkan hak prerogatif kerajaan. Saat itu, ibunya melantiknya di Dewan Negara. Beatrix bukan hanya wanita yang biasa-biasa saja , tetapi juga adalah seorang wanita yang pintar . Dia juga merupakan anggota aktif dari VVSL (Persatuan Perempuan untuk Siswa di Leiden), sekarang disebut sebagai L.S.V.Minerva, setelah bergabung dengan Korps Leidsch Studenten (yang sebelumnya laki-laki saja). Pada musim panas 1959, ia melewati ujian pemeriksaan pendahuluannya tentang hukum, dan ia memperoleh gelar sarjana hukum pada Juli 1961.
Pada tanggal 30 April 1980, Beatrix diangkat menjadi Ratu Belanda saat ibunya turun tahta . Hal inilah yang sangat diimpikan oleh setiap wanita di dunia , yaitu ketika diangkat menjadi seorang Ratu . Pada tahun 1994, Menteri Luar Negeri menyampaikan di Parlemen bahwa kedutaan besar Belanda diYordania telah dibuka atas permintaannya.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/1/11/Vladimir_Putin_in_the_Netherlands_1_November_2005-2.jpg/220px-Vladimir_Putin_in_the_Netherlands_1_November_2005-2.jpg
( Ratu Beatrix dan Presiden Vladimir Putin selama kunjungan kenegaraan di Belanda pada tahun 2005)

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/09/Beatrix_Prinsjesdag.jpg/220px-Beatrix_Prinsjesdag.jpg
(Ratu Beatrix dan Pangeran Willem-Alexander di kereta emas pada 2007)

Ratu Beatrix telah memegang gelar sepanjang hidupnya, sebagai cucu atau putri raja, dan akhirnya sebagai Penguasa. Gelar resmi Ratu Beatrix adalah Yang Mulia Beatrix, dengan Karunia Tuhan, Ratu Belanda, Putri Oranye-Nassau, dst. dst. dst. Beatrix telah menerima kehormatan dan penghargaan dari berbagai negara di seluruh dunia, baik selama hidupnya sebagai putri maupun sebagai raja. Dalam kapasitasnya sebagai Penguasa, ia adalah Pemimpin yang Hebat dari Ordo Militer William (Militaire Willemsorde) dan ordo Belanda lainnya.
Keberuntungan Ratu Beatrix punya lebih lengkap dengan penghasil dari negara yang Ia pimpin yaitu Belanda yang merupakan penghasil keju terbesar di dunia . Keju yang adalah teman setia dalam menyantap beragam makanan.  Keju-keju dari Belanda biasanya manis dan kebanyakan dibuat berdasarkan resep yang telah berumur ratusan tahun . Belanda menjadi pemimpin di dunia dalam hal ekspor keju , hal ini dikarenakan dataran Belanda memang merupakan dataran yang cocok untuk beternak dan mereka pun telah melakukannya sejak 1600 SM Di Belanda Ada lima pasar keju di Belanda yang ternama, yaitu di Alkmaar, Gouda, Edam, Hoorn, dan Woerden.

 
                                members.virtualtourist.com



Saat kita mengkomsumsi roti , kita sering menggunakan keju sebagai pilihan pelengkapnya . Entah itu kita akan membuat kejunya di potong , di parut ataupun kita akan membuat krim keju. Keju-keju yang ada di sana bukanlah sembarang keju , keju-keju yang ada dicampur dengan stoberi, jeruk, ikan, bahkan yang dilapisi kulit daging seperti sosis. Keju berbentuk seperti sosis rasanya unik, seperti makan sosis tapi isinya keju. Keju-keju yag dijual di Alkmaar sebagian besar rasanya lebih manis, dibanding keju yang ada di Indonesia.

 
                                 annisajo.wordpress.com






Wednesday, April 17, 2013

Keindahan itu ada di Belanda

     Sesaat aku bertanya kepada diriku " Dimana tempat yang indah selain di sorga ? "  Aku ingin tahu dan aku ingin kesana untuk dapat menikmatinya . Ingin melihat bunga-bunga yang penuh dengan warna , melihat sebuah kincir angin raksasa , yang ketika kecil aku dan ayahku hanya bisa membuat kincir angin yang kecil dan sangat sederhana. Aku ingin itu semua terjadi . Saat aku berpikir bahwa itu semua tidak ada dan tidak nyata ,ternyata itu semua ada dan nyata . Aku ingin merasakan itu semua , dan hanya bisa aku dapat di negara BELANDA.
Aku ingin sekali menyambut kedatangan musim semi itu  . Taman dengan luas sekitar 80 hektar merupakan taman bunga terbesar di eropa, sehingga dijuluki The Garden of Europe ada di negara Belanda.
     Taman tersebut itu adalah kebun tulip terbesar di Belanda. Bunga tulip adalah bunga yang sangat indah , makna yang tersimpan dari bunga tulip tersebut juga memiliki arti yang dalam dan luar biasa . Umumnya bunga tulip bermakna berarti kasih yang sempurna. Seperti halnya bunga lainnya, tulip dengan warna yang berbeda juga memiliki makna yang berlainan. Tulip merah sangat terkait dengan cinta sejati atau romantisme , sementara bunga tulip ungu melambangkan keanggunan. Makna tulip kuning telah berevolusi, menjadi ekspresi umum untuk pikiran yang ceria dan menyenangkan. Tulip putih digunakan untuk mengirim pesan pengampunan. Tulip biru melambangkan ketenangan dan kedamaian. Keindahan dan makna dari bunga tersebutlah yang ingin sekali aku melihatnya dan menciup keharuman bunga tersebut .
 
   
 (Walaupun melihatnya secara jauh , hal tersebut tidaklah membuat hati ini sedih , karena aku bisa melihat keindahan yang tidak mungkin aku liat di tempatku sekarang )




      ( Berjalan di jalan yang kecil itu dan ditemani sepanjang jalan dengan keindahan bunga tersebut merupakan suatu impian bagiku )


 


 ( Berada di antara indahnya bunga tersebut , dan menikmati ciptaan Tuhan yang luar biasa lewat bunga yang begitu indah itu sambil merentangkan tangan adalah suatu keinginan terbesarku )


     Melihat sebuah kincir angin raksasa ! Saat aku berpikir bahwa itu semua tidak ada , karena aku tahu kincir angin yang ada itu hanyalah kincir angin yang kecil dan sederhana , ternyata di dunia ini aku dapat melihat kincir angin raksasa , dan itu berada di negara BELANDA. Menurut fungsinya, kincir angin dibagi menjadi dua jenis yaitu kincir angin untuk kepentingan industri dan kincir angin untuk penyaluran air. Jenis kincir angin yang paling tua adalah kincir angin standar (standaardmolen atau postmill dalam bahasa inggrisnya).  Kincir angin ini dapat menangkap dan mengalihkan banyak angin dan  dapat membantu proses pengalihan dan pengeringan air lebih cepat. Oleh karena itu, kincir angin tipe ini banyak ditemukan di pusat kota di Belanda.





( Bukan hanya satu tetapi banyak. Aku ingin dapat merasakan tiupan angin yang dapat membuat kincir angin tersebut berputar )














      Aku ingin melihat bunga-bunga yang penuh dengan warna sambil melihat dan menikmati kincir angin raksasa tersebut. Sampai kapan aku harus menunggu hari itu ? aku ingin mengikuti arah angin . Terus mengikuti kemana angin membawaku. Mungkin dia akan membawaku kesana dan membuat impian ku menjadi nyata . Atau jika dia mau dia akan membawaku pada lautan biru yang tenang dan tidak bisa menikmati itu smua .



http://tokobungahias.com/rangkaian-bunga-tulip-dan-makna-yang-terkandung-di-dalamnya/
http://irfanchemist.wordpress.com/2011/02/13/menyusuri-keindahan-taman-tulip-belanda/
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/kincir-angin-unik-banyak-manfaatnya